Minggu, 24 Mei 2015

PSYCHO STORY

part 3 - mencari kebenaran

dari pada lama nunggu part 3 nya mending langsung ku share aja , soalnya mendekati ulangan ini jadi gak tau kapan bisa ngeshare lagi . okeh ini dia part 3 PSYCHO STORY made by MADA


AD POV
 Tim kamipun mengumpulkan semua bukti berupa obat bius dan pisau serta tas, kamipun mendapat sebuah sidik jari yang kami teka mungkin adalah sidik jari dari tersangka. Tim kamipun segera mengumpulkan bukti tersebut dan membawanya kepada detektif ME. Tetapi kasus baru datang lagi kepada kami, kamipun segera menuju ketempat kejadian.

@AL’s house
Astaga, kami sangat kaget, ternyata korban selanjutnya adalah teman dari KL yaitu AL, yang belum lama ini kami interogasi, bagaimana ini bisa terjadi? Apakah tersangkanya adalah orang yang sama? Ya ampun, kasus ini sangat membuat tim kami kebingungan. Kamipun mengumpulkan bukti dan mendapatkan sidik jari yang sama persis dengan yang kami temukan di rumah KL. Astaga, siapa orang ini? Akhirnya tim kami yang kewalahan dengan kasus ini segera membawa kasus, bukti, dan mayat korban menuju kepada detektif ME untuk segera ditindak lanjuti.

ME pov

ME : “Ya ampun, kasus baru untuk tim detektif kami, kami sudah lama tidak mendapat kasus yang sulit seperti ini”. Aku dan polisi AD memang sudah sejak lama berteman dan kamipun dapat bekerja sama sampai sekarang, mungkin ia mengirimkan kasus ini padaku karena timnya kesulitan. Baiklah mungkin aku dan timku dapat sedikit membantu menyelesaikan kasusnya.

ME :“hai polisi AD, sudah lama tidak bertemu, ada apa datang kemari? Apa anda perlu bantuan?
AD :“hai juga, tentu saja jika saya datang kepada anda pasti saya memerlukan bantuan anda dalam memecahkan kasus saya yang satu ini.”
ME :”baiklah saya dan tim saya akan membantu memecahkan masalah ini, kau tau kan bahwa tim kami sangat professional. Serahkan saja pada tim kami.

Tim kami pun melakukan penyelidikan, kami mengotopsi jenazah korban, kami mendapatkan kandungan obat bius pada salah satu korban. Yah, akhirnya pelan-pelan kasus ini mulai terpecahkan. Tim kami hanya tinggal mencari orang yang memiliki sidik jari seperti yang kami temukan. Kami pun mengirim data sidik jari tersebut kepada detektif bagian data Negara. Mereka mendapatkan hasilnya setelah tim kami menunggu selama 3 hari, hasilnya adalah seorang anak laki-laki yang berumur hampir sama dengan korban dengan paras yang sangat tampan bagi anak seusianya. Tim kamipun menyelidiki ke sekolah korban dan menyelidiki teman korban yang berjenis kelamin laki-laki. Ternyata kami cukup sulit menemukannya, karena KL dan AL punya banyak teman, mereka adalah anak-anak yang pandai bergaul. Teman-temannya bilang bahwa belakangan ini sebelum KL meninggal, ia berteman dan sempat ditembak (menyatakan cinta) oleh seorang anak laki-laki, tetapi sayang sekali, anak laki-laki itu ditolak oleh KL. Oke, kami akan menyelidiki anak itu, ia berada dikelas sebelah dari kelas KL. Kamipun segera membawanya ke kantor pusat detektif untuk menanyakan sesuatu tentang KL. Ia sempat menyukai KL, mungkin saja selama ia menyukai KL, ia mencari tahu informasi tentang KL. Aku tidak yakin anak sepolos ia bisa melakukan kejahatan, makanya aku dan timku segera membawanya.


@kantor pusat detektif

ME :”apa kamu anak yang  bernama AS?, apa kamu mengenal KL dengan baik?”
AS :”ya tentu saja, aku mengenalnya dengan baik, ia pernah memenuhi hatiku dengan kecantikannya tapi sayang sekali hatinya sangat busuk. Aku muak dengannya.”
ME :”hey tenang-tenang, jangan terbawa emosi dulu, mari kita selesaikan pertanyaan yang sudah kusiapkan dan ini akan berakhir dengan cepat jika kita langsung ke inti pertemuan ini.”*ME bertanya dengan penuh kecurigaan pada AS*
AS :”apa yang ingin kau ketahui tentangnya? Bahkan ia sudah pergi dari hatiku. Aku bahkan tidak peduli padanya, ia tidak pantas menjadi manusia didunia ini. Apa yang bisa diandalkan dari anak orang kaya yang kerjaannya hanya mengolok orang rendah sepertiku.”
ME :”jawab saja yang jujur, apa kau mengenal KL dengan baik? Apa kau pernah kerumahnya dan memasak bersama tidak lama sebelum ia meninggal?”
AS :”apa kau menuduhku sebagai pembunuh dari semua ini?”
ME :”Tidak, aku hanya curiga. Kenapa ada sidik jarimu di pisau yang berada dirumahnya dan berada dirumah AL?”
AS :”BAIKLAH!!!! AKU MUAK DENGAN DUNIA INI!!!! SEMUA ITU BENAR, AKU ADALAH PEMBUNUHNYA, AKU MUAK DENGAN SEMUA INI. KL YANG MENYEBABKAN AKU MENJADI SEPERTI INI” *jawab AS dengan emosi yang memuncak*
ME :”kenapa kau melakukan ini semua hanya karena sakit hati? Apa gunanya kau didunia ini? Apa tidak ada perempuan lain selain dia yang menarik hatimu? Pedulikanlah orangtua mu, bukan hanya dirimu sendiri, apa kau sudah gila?”
AS :”YA AKU MEMANG SUDAH GILA, PIKIRANKU HANYA ADA PADANYA, IA SUDAH HILANG DAN BERARTI PIKIRANKU JUGA SUDAH HILANG. AKU INGIN MATI SAJA BERSAMANYA.”
ME :”tim detektif kasus baru segera masuk keruangan interogasi, tersangka sudah didapatkan.” ME berbicara lewat telepon, ia menegaskan bahwa tersangka sudah ditemukan*


          Tim detektif beserta tim polisi AD pun sampai diruang interogasi dan membuat laporan bahwa AS dinyatakan sebagai tersangka dari dua kasus yang berbeda.

AS pov
          Hai, namaku AS. Aku adalah seorang tahanan karena kasus pembunuhan yang kulakukan pada wanita pujaanku beserta teman dan keluarganya, aku tenang sekarang, aku sudah berada disini selama 7 tahun lamanya, besok adalah hari pelepasanku dipenjara. Aku merencanakan sesuatu untuk diriku sendiri. Aku ingin bahagia bersama orang yang masih kucintai. Jujur, ia tak pernah lepas dari pikiranku sampai sekarang.

@AS’s house
          Akhirnya aku sampai juga dirumahku, bertemu dengan orang tuaku yang tampak sangat senang bercampur sedih ketika melihatku, ya ampun, aku rindu sekali dengan mereka. Tenanglah ayah dan ibuku, malam mini kalian tidak akan sedih lagi ketika melihatku.

@malam hari
          Aku sudah menyiapkan semuanya untuk diriku sendiri. Peralatan yang kugunakan untuk membuat diriku bahagia pun sudah ku siapkan. Aku segera membawa orang tua ku menuju ke gudang. Aku menyuruh mereka duduk dikursi yang sudah kusediakan. Mereka menurutinya tanpa protes dan tanpa bertanya. Ketika mereka duduk, aku langsung menyuntikkan mereka obat bius dan mereka langsung pingsan. Selama mereka pingsan, aku mengikat mereka dengan tali dikursi tersebut. Setelah 10 menit, mereka terbangun dengan tubuh yang terikat dikursi dan mulut yang tersumbat kain.

AS :”maaf ayah, ibu, aku tidak bermaksud melakukan ini pada kalian. Aku hanya ingin bahagia dengan caraku sendiri. Maaf aku tidak pernah membahagiakan kalian dalam bidang belajar ataupun keahlianku. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih pada kalian karena sudah menjaga dan merawat anak brengsek sepertiku yang hanya bisa menyusahkan kalian berdua sebagai orangtua.”

          Akupun langsung melepaskan sumbatan kain dimulut mereka agar aku dapat mendengar kata-kata terakhir mereka. Aku langsung mengambil pisau dan mengarahkan pada tanganku dan kutorehkan ke tanganku. Orangtua ku menangis dan memohon agar aku tidak melanjutkannya.

AS’s parent :”nak, berhenti. Kami tidak menyesal mempunyai anak sepertimu. Kami akan menerimamu dikeluarga ini seperti dahulu. Lupakan semua kesalahanmu dan mulai lah hidup baru dengan kami. Kami mohon hanya itu yang kami minta sebagai orangtua. Jangan tinggalkan kami. Apa salah kami sebagai orangtua? Apa kami kurang menjaga dan merawatmu? Jika kau ingin bahagia dengan caramu, bawalah kami bersama mu juga. Kita dapat berbahagia sebagai keluarga.”
AS :”aku tidak bisa, maaf aku harus melakukan ini, maaf aku tidak menuruti kata kalian. Aku memang anak yang kurang ajar. Aku mohon tinggalkan dan relakan aku untuk pergi.”

          Akupun memasang kembali sumbatan kain dimulut mereka. Aku langsung mencongkel mataku dengan pisau yang aku pegang. Rasanya sangat sakit. Ternyata inikah yang dirasakan KL saat aku membunuhnya, baiklah aku akan berbahagia dengannya, aku harap KL dapat bahagia melihatku seperti sekarang. Tunggu aku sayangku, aku akan segera menyusulmu keneraka seperti janjiku padamu. Aku akan menikahimu disana, kita akan jadi pasangan sadis yang paling bahagia disana. Aku langsung menorehkan pisauku di urat yang berada dileherku dan seketika itu juga pandangan mataku yang masih utuh mulai kabur dan yang kudengar terakhir adalah teriakan orangtuaku. Selamat tinggal ayah dan ibu. Dan sambutlah aku wahai kekasihku.
         






Pembuat dan pengarang

-         M_A_D_A ( Maria ferreria , Athifah jamila , Dian novita , Annisa adela )
rupanya part 1 belum ada di blog ku .. bahaha daripada susah mending kumasukin ulang .
check it out..

psycho story

Cast :
AS – pembunuh
KL – korban
AL – teman korban  
AD – polisi
DN – anggota kepolisian
ME – detektif

Part 1 – pacarku dengan dress putih
AS pov
Aku adalah seorang gamers yang sangat menyukai anime, aku mulai menyukai anime sejak aku masih duduk dibangku kelas 5 SD , aku suka melihat anime yang mempunyai adegan percintaan dan pembunuhan dan aku juga senang melihat salah satu tokoh anime tersebut menderita dan tersiksa.
          Pada suatu hari aku sedang bermain game seperti biasa didalam kelas , tiba – tiba aku merasa haus dan aku segera pergi ke kantin. pada saat aku sudah selesai membeli minuman aku melihat seorang gadis yang menurutku cantik seperti tokoh yang ada di anime. Setahuku gadis itu bernama KL yang berasal dari kelas sebelah. Akupun mencoba untuk mencari tahu tentang dirinya .Esok harinya aku bertanya dengan salah satu temennya yang bernama AL .
AS : “ hey.. kamu tau tentang gadis itu ?”*sambil menunjuk*
AL : “ tentu saja aku tau .. diakan teman baikku, memangnya kenapa? ”
AS : “apa yang dia suka ?”
AL : “ kenapa kamu langsung nanya kesitu,, jangan bilang………. Kamu suka sama dia , jujur aja”.
AS : “hmmm.. gak aku cuman mau nanya aja , memang gak boleh ya?”
AL : “ gak sih ,, okey . dia suka bunga tulip, warna favoritnya putih ,dia juga suka menari dengan diiringi music klasik”
AS : “ oh baiklah .. terima kasih atas infonya “ *sambil tersenyum*
AL : “ sama – sama “

          Setelah aku mengumpulkan lebih banyak info tentangnya . akupun merencakan untuk menembaknya. Aku mengumpulkan semua barang yang disuka seperti bunga dan dress bewarna putih untuk kencan pertama kami, akupun mencari dress putih tersebut selama 1 bulan dimana – mana , akhirnya aku menemukan dress putih yang cantik dengan motif yang indah.
          Esok harinya, setelah penantianku yang panjang akupun mulai mendekatinya, diapun tidak menolaknya . pada saat jam istirahat akupun berencana untuk menembaknya secara langsung didepan teman- temannya.
@ dikelas sebelah
AS: “ KL ,, aku mau ngomong sesuatu sama kamu “
KL :” ngomong aja “
AS : “ aku sudah lama ini selalu memperhatikanmu , hingga akhirnya aku mulai menyukaimu dan hatiku pun hanya tertuju padamu”
KL: “ kamu apaan sih … kamu kan cuman anak gembel , kamu gk pantes suka sama aku.. papaku tuh pejabat.. udah deh JANGAN MIMPI , cari aja yang lain yang selevel sama kamu “
AS : “ baiklah ,, jangan menyesal jika kamu kehilangan semua yang kamu punya !!!!”
KL :”emangnya apa yang kamu bisa? Kamu kan Cuma anak rendahan yang sama sekali gak punya apa-apa”
AS :”baiklah kalau itu maumu, aku gak akan maksa”

          Aku sakit hati dengan semua perkataannya, apakah ia tidak bisa menolaknya dengan halus tanpa berbicara kasar, apa salahku sehingga dia jadi begini? Baiklah jika itu perlakuannya padaku, akan kuhancurkan dunia indahmu itu dan kita akan bersama selamanya dalam neraka yang aku buat menjadi indah untuk kita berdua.
          Aku mulai menyiapkan rencana untuk membunuh orang tuanya terlebih dahulu. Sebelumnya aku meminta izin dahulu kepada ayahku yang bekerja sebagai tukang daging di pasar, setelah aku meminta izin, aku diam-diam mengambil peralatan yang ayahku biasa gunakan seperti pisau daging yang besar serta pisau buah milik ibuku dan obat bius, memang kelihatannya sederhana tetapi akan menjadi menyenangkan setelah aku melakukannya kepada targetku.
@ KL’s house
          Aku mulai mengetuk pintu rumahnya dan tidak lama keluarlah seorang pria dengan badan yang gagah tetapi terlihat kerutan pada wajahnya yang kira-kira berusia 40 tahun.

KL’s dad : “anda siapa? Ada perlu apa?”
AS : “maaf jika saya mengganggu, saya AS temannya KL, apakah ada KL? “
KL’s dad :”oh temannya, KL sedang keluar membeli buku karena buku tulisnya habis, palingan sebentar lagi ia pulang, apakah adek mau menunggu?”
AS : “kalau boleh saya akan menunggunya”
KL’s dad : “baiklah silahkan masuk “
          Akupun duduk disebuah sofa empuk berwarna merah maroon sambil menunggunya, tak lama kudengar suara langkah kaki yang ternyata adalah orangtua KL, ibunya sangat cantik dengan balutan dress merah yang sopan sambil membawa nampan yang berisi potongan buah, kue, dan minuman dingin.
KL’s mom: “oh.. jadi ini temannya KL, tampan sekali, beruntung sekali dia mempunyai teman setampan dirimu, silahkan diminum dan dimakan jajanannya, maaf tante hanya bisa menyiapkan itu.”
AS : terima kasih tante, tidak usah repot-repot.”
          Setelah selama 10 menit kemudian , aku mulai bosan dan aku ingin memulai aksiku terhadap targetku. Akupun meminta izin untuk kekamar mandi . dan kebetulan ayahnya yang mengantarku ke kamar mandi. Aku sudah menaruh pisau daging di dalam jaket yang kupakai . kuikuti langkah kaki ayahnya . setelah dekat dengan kamar mandi aku mulai beraksi dengan semua rencanaku . dari belakang lehernya kutusuk dengan pisau daging yang kubawa . aku melihat darah yang mengalir keluar dari lehernya yang membuat adrenalinku semakin kuat untuk membunuh,dan akupun memotong lehernya. aku senang melihat dia tersiksa, aku penasaran dengan reaksi KL ketika melihat ayahnya tergeletak dengan darah yang bercecer dimana-mana. Aku menyeret badannya ke gudang dan kepalanya kutaruh di kamar mandi baju milik ibunya.
          Aku pun mulai menuju keruang tamu tempat ibunya berada. Aku pun pelan-pelan mendekati ibunya dari belakang sambil membawa pisau buah yang aku bawa. Lalu aku merangkul lehernya dan sambil menyodorkan pisau yang aku bawa.
AS :” diamlah, jika kau berteriak maka nadimu akan putus.”
KL’ s mom :”baiklah aku tidak akan berteriak, kenapa kau lakukan ini padaku? Dan dimana suamiku?”
AS :”owh tenang saja suami mu sudah aku tangani dengan baik. Ia ada di kamar mandi dengan pose yang bagus yaitu tergeletak dengan darah yang mengalir deras dari tubuhnya.”

Setelah berkata seperti itu, kutorehkan pisau kecilku ke lehernya dengan perlahan, aku menikmati setiap detik membunuhnya. Akhirnya ia juga tergeletak dengan darah yang mengalir pada dress yang ia kenakan. Aku pun segera menyeretnya ke gudang bersama mayat ayahnya. Huh.. pekerjaanku selesai juga, tinggal satu lagi. Akupun menunggu seorang gadis kesayanganku di ruangan yang aku pikir adalah kamarnya. Kamarnya sangat indah dengan adanya foto nya di setiap sudut ruangan. Ia memang cantik menurutku, aku tidak salah memilihnya untuk menempati hatiku tapi sayang hatinya tidak berpihak padaku dan sifatnya yang jahat.

          Sudah hampir 1 jam aku menunggu gadis kesayanganku pulang tetapi ia tidak datang juga. Akupun menyiapkan peralatanku untuk membuatnya menjerit tidak karuan sambil menunggunya pulang, tak lama kemudian aku mendengar suara pintu depan rumah terbuka, mungkin itu gadisku yang sudah aku tunggu, tak sabar sekali aku ini dan akhirnya aku mendatanginya dengan suntikkan bius yang aku sembunyikan dibalik tubuhku. Dia menatapku dan lantai yang berlumuran darah secara bergantian, ekspresi nya sangat lucu dengan wajah kagetnya itu.

KL :”apa yang kau lakukan disini anak gembel!!? Apa yang terjadi dengan rumahku hingga begini? Dimana papa dan mamaku? Hah?” *berteriak*
AS :”owh tenang saja cantik, aku tidak melakukan apa-apa dirumahku, aku hanya……merubah sedikit tampilan rumahmu yang membosankan ini dengan sedikit cerita menarik. Jika kau ingin tau dimana papa dan mamamu, kau harus menurutiku dulu dengan patuh, lalu aku akan memberitahumu tentang mereka.” *smirk*
KL :”baiklah jika itu maumu, apa yang kau inginkan dariku, brengsek? Kau ingin uangku? Ambillah tapi beritahu aku dimana orang tuaku!!!”

Akupun mendekatinya dan menyuntikkan bius yang sudah ada ditanganku lalu tak lama kemudian dia pingsan dihadapanku, ya ampun… cantik sekali dia dalam keadaan tertidur tenang. Akupun menaruh kepalanya dipangkuanku, aku menikmati pahatan sempurna dari wajahnya itu tanpa adanya cacat sedikitpun, sayang sekali hati dan sifatnya sangat busuk, tidak sesuai sekali dengan wajahnya. Perlahan aku dekatkan wajahku dengan wajahnya sehingga dahi dan hidung kami menempel dengan indahnya, aku hirup aroma mint yang ada diwajahnya, aku sangat menginginkan ini seumur hidupku jika dia menjadi milikku. Tapi sayang sekali aku tidak bisa mewujudkannya secara normal.
Aku segera membawanya ke kamarnya dan mengikatnya tangannya kekursi roda yang ada di kamar orang tuanya . aku menunggunya untuk bangun dari tidur cantiknya . hingga kedua matanya perlahan mulai terbuka, dengan wajah manisnya yang terlihat ketika bangun. Aku mulai tersenyum dan dia melihatku dengan tatapan ketakutan.

AS: “ kamu sudah bangun gadis kesayanganku ?”
KL: “apa maumu brengsek, dimana orang tuaku, kau apakan mereka?”
AS: “ tenang saja .. mereka baik – baik saja.. aku tidak menyentuh orang tuamu . kau ingin melihat mereka . aku hanya membekap mulut orang tuamu agar tidak berisik dan mengganggu acara reunion kita”
KL : “ pertemukan aku dengan orang tuaku !”
AS : “ baiklah .. tapi pertama – tama aku harus menutup matamu dan mulutmu dulu … hehehehehehehe”

          Aku menutup mata indahnya dengan perlahan dan mulutnya yang manis agar dia tidak merasa kesakitan. Aku mulai membawanya dengan kursi roda tadi ke tempat orang tuanya berada.

@kamar mandi
AS : “ kamu jangan senang dulu ketika bertemu dengan orang tuamu .. mereka mungkin akan marah jika mereka melihatmu bersama dengan anak rendahan sepertiku ,”*smirk*

          Aku mulai melepaskan penutup mata dan mulutnya . aku berdebar – debar ingin melihat wajah cantiknya menangis melihat orang tuanya yang selama 2 jam tidak bertemu.. kutatap terus wajahnya yang menangis melihat orang tua terkasihnya tergeletak dengan darah yang masih lumayan segar di sekelilingnya . seketika dia mau berteriak aku langsung membekap mulutnya yang manis dengan kain yang tadi kupakai untuk menutup mulut dan matanya.

AS : “ aku akan melepaskan penutup mulutmu jika kamu berjanji kamu tidak akan berteriak.”
KL : *mengangguk*
AS : “ baiklah akan aku buka , tapi jika kamu berteriak nasibmu akan sama seperti kedua orang tuamu”
KL : *menangis sambil mengangguk”
          Aku mulai membuka penutup mulutnya dari mulut manis yang ingin sekali aku sentuh. Aku mulai melihat dia yang menangis melihat orang tuanya yang terbujur kaku dengan bersimbah darah dan kepala terpotong serta leher yang tergorok oleh pisau daging milik ayahku.

KL : “ kenapa kamu melakukan semua ini ?”
AS : “ karena aku adalah anak rendahan seperti katamu”
KL : “ kumohon jangan membunuhku, aku akan menuruti kemauanmu, aku akan jadi pacarmu. Jadi kumohon jangan bunuh aku”
AS : “ sudah terlambat .. aku tidak akan terajut kata – kata manismu.. dan aku juga tidak akan langsung membunuhmu ..aku akan menikmati untuk menyiksa dirimu terlebih dahulu sebelum akhirnya aku mengiris setiap centi tubuh indahmu”
KL : “ kumohon ampuni setiap perkataan dan perlakuan burukku terhadapmu”
AS : “DIAM…… kamu tidak tau perasaanku saat kamu menolakku didepan teman – temanmu dengan perkataan busukmu itu”
KL : “ maafkan aku”
AS : “ ah sebelum itu aku ingin memberikan hadiah yang sudah lama kubeli .. sebenarnya itu hadiah untuk kencan pertama kita. Tapi karena kamu sudah menolakku kurasa itu adalah hadiah perpisahan dariku untukmu”
KL : “kumohon jangan bunuh aku”
AS : “DIAMLAH DASAR CEWE BRENGSEK…ini hadiahku!!”*sambil melempar hadiah yang sudah lama kusimpan hanya untuk cewe brengsek sepertinya*
KL : “ apa ini?”
AS : “ ini dress bewarna putih dan bunga tulip ini untukmu cewe bodoh kesayanganku. CEPAT PAKAI DRESS SIALAN ITU!!!”

          Aku mengantarkan dia ke kamar mandi agar dia bisa berganti baju dengan dress yang sudah kubeli dari dulu.

AS : “jangan berpikir untuk melarikan diri atau kamu akan rasakan akibatnya”
KL : “ baiklah”

          Setelah dia selesai berganti baju dengan dress putih yang kubeli, kulihat wajah cantiknya yang masih merasa ketakutan melihatku .. seakan – akan dia sedang melihat pembunuh berdarah dingin yang sebentar lagi akan membunuh. Ingin sekali aku memeluknya dan menenangkannya, mungkin itu jika hubungan kami normal dan tidak seperti ini.
          Aku menyuruhnya untuk berdandan secantik mungkin untuk yang terakhir kalinya dihadapanku. Dia segera menuju ke kamarnya dan duduk di meja rias nya sambil aku menyodorkan pisau ke lehernya agar dia tidak berani kabur. Dia mengambil semacam pelembap wajah, bedak dan lipstick.

KL:” jauhkan pisau itu dari leherku, aku tidak bisa merias leherku.”
AS:”baiklah, jika kamu berani kabur maka aku akan membunuhmu, berdandanlah yang cantik sayangku”*sambil kucium pipi chubbynya*

          Diapun selesai merias wajahnya dan aku menuntunnya ke ruang tamu untuk memulai dansa pertama dan terakhir kita. It’s show time, baby!!!!

@ruang tamu

          Aku memecahkan beberapa kaca ke lantai yang dingin untuk dansa kami. Tetapi aku ingin berdansa dengan dia yang tidak memakai alas kaki apapun. Dengan diiringi music klasik yang dia sukai, kami pun berdansa dengan indahnya, akupun berfantasi bahwa dansa ini adalah dansa yang terindah di sebuah taman yang indah. Wow…sebuah fantasi yang menyenangkan bagi psikopat gamer yang menyukai anime sepertiku, ia bagaikan salah satu tokoh anime yang menderita dengan segala macam siksaan yang aku buat, tetapi bagiku ini adalah surga terakhir bagi kami. Kulihat kaki putihnya yang mulai mengeluarkan darah karena menginjak pecahan kaca yang tadi kutaburkan. Dia merintih kesakitan karena menginjak pecahan kaca tersebut. Aku sangat menikmati wajahnya yang kesakitan dia mulai mengeluarkan suara – suara menahan sakit seperti desahan yang membuat adrenalinku semakin bergejolak, kulihat pecahan – pecahan kaca itu masuk ke telapak kakinya dan membuat darahnya semakin banyak yang merembes keluar. Tidak hanya sampai disitu, aku semakin ingin melihat dia kesakitan dan semakin ingin mendengar suaranya yang sangat khas. Aku mengambil salah satu pecahan kaca yang menurutku terlihat runcing dan menusukannya ke tangan kirinya. Dia mulai kesakitan karena tusukan tersebut. Sudah 30 menit berlalu dan aku masih belum puas . aku menghentikan dansa kami, aku menyuruhnya duduk di kursi roda tadi. Sehabis itu ku ambil bunga tulip yang dia suka dan kujejelkan bunga itu kemulutnya ,aku menyuruhnya memakannya dan diapun memakannya karena jika dia tidak mau aku akan langsung membunuhnya. Batinku mengatakan bahwa gadis cantikku ini ternyata sangat bodoh biarpun dia melakukan apa yang kusuruh maupun tidak , dia tetap akan kubunuh .
          Aku senang sekali melihat gadis kesayanganku ini menuruti semua apa yang kubilang. Aku sangat senang melihat dia tersiksa seperti itu , seperti salah satu tokoh anime yang sering kutonton. Sudah hampir 1 jam aku menyiksanya, hingga akhirnya …………… aku memutuskan untuk membunuhnya karena aku sudah BOSAN melihatnya. Akupun mulai menutup mata dan mulutnya lagi dan menyuruhnya agar tidak meronta.
          Aku membawanya ke kamar untuk melakukan aksiku. Perlahan kuangkat badannya dan kutidurkan ke ranjang miliknya yang berwarna putih. Aku mengikatkan tangan dan kakinya ke setiap ujung ranjang miliknya. Setelah itu aku pergi ke dapur untuk mengambil pisau daging yang tadi kupakai untuk membunuh ayah dan ibunya serta mengambil semua barang runcing yang dapat kutemukan di dapur seperti pisau dan garpu .. ah.. akupun tidak lupa untuk merebus air untuk gadis manisku mandi nanti, aku kembali kekamar dimana gadisku berada sambil membawa garpu dan pisau. Perlahan kudekatkan diriku dengannya, aku membuka penutup mata dan mulutnya dan dia melihatku ketakutan karena aku membawa pisau daging dan garpu .aku sangat senang melihat ekspresinya yang begitu ketakutan .. YA inilah yang aku tunggu – tunggu , pertama – tama kutusuk kedua tangan dan kakinya yang sudah berdarah dengan garpu, berulang – ulang aku tusukkan ke tangan dan kakinya. Ahh .. inilah sensasi yang aku tunggu – tunggu selama ini , melihat gadis bodohku terlihat kesakitan dan meronta – ronta sungguh pemandangan yang menggugahku untuk melakukan lebih.. kutusukkan pisau yang kudapat di dapur tadi ke perutnya yang tidak ada lemak sedikitpun ini. Kuhujamkan pisau itu berulang – ulang .. astaga aku bisa melihat darah yang langsung keluar dari perutnya dengan ganas. Aku mulai mendengar suara teriakannya dan aku memotong lidahnya agar dia tidak bisa ngomong lagi,hahaha sungguh hidupku ini sangat indah. Aku kembali kedapur dan mengambil air yang tadi kumasak yang sudah mulai mendidih.
          Kubawa air tersebut kekamarnya dan kutuangkan ke perutnya yang sudah tertusuk tadi. Sungguh indah pemandangannya , dia mulai meronta dan teriakannya sudah tidak karuan lagi. Sensasi ini, sensasi yang belum pernah kurasakan, aku mau lagi, aku mau yang lebih dari ini.

AS : “ lihatkan aku bisa membuat kamu kehilangan semua yang kamu punya , kurasa aku bukan hanya anak rendahan yang baik – baik”*smirk*
KL : “kamu bahkan lebih rendah dari apapun didunia ini !!”*berbicara dengan lidah yang sudah kupotong tadi sambil menangis merintih kesakitan”
AS : “ wah .. kau masih hidup rupanya .. besar juga nyalimu untuk hidup. kalau begitu sayangku,aku akan menghentikan semua rasa sakitmu, semua penderitaan yang selama ini sudah kau rasakan, tidurlah dengan tenang sayang ”*smirk*

          Aku ambil pisau daging yang tadi kupakai untuk membunuh ayah dan ibunya. Dengan adrenalinku yang sudah diujung tanduk aku mulai memotong lehernya dengan sangat perlahan – lahan , aku tidak ingin langsung menyudahinya. Aku ingin melihatnya kesakitan , mengerang – erang sampai akhirnya mati. Kulihat dress putih yang kubeli untuknya dan ranjangnya yang berwarna putih sudah berubah menjadi merah karena darah segarnya yang keluar sehingga menutupi warna putih suci itu dengan warna merah yang indah. Selamat tidur KL ku tersayang, kita akan bertemu dineraka kelak .
          Setelah aku membunuh KL entah kenapa aku masih ingin……. Aku menginginkan sesuatu yang lebih dari ini.
Apa yang harus kubunuh selanjutnya.. haruskah aku bunuh semua orang yang selama ini dekat dengannya, atau haruskah aku mencari target baru atau mungkin …….
-
-
-
-
-
-
-
-
-

-AKU HARUS MEMBUNUHMU !


lanjutannya ada kok bahaha tenang aja

Sabtu, 23 Mei 2015

psycho story part 2 - kehidupanku yang baru dimulai sekarang

Part 2 – kehidupanku yang baru dimulai sekarang.

          Halo,, ini aku kau masih ingat denganku kan… pada part ini aku akan menceritakan kisahku yang selanjutnya , karena aku tidak akan puas jika hanya membunuh KL gadis berhargaku. Kali ini aku akan menceritakan pembunuhanku yang kedua, kau taukan orang yang waktu itu aku tanyakan tentang apa saja yang disukai oleh KL . yap ! benar sekali , kali ini aku ingin membunuh AL sahabat KL yang paling dekat. Kenapa?? Karena aku sudah pernah bilang bukan bahwa aku akan menghancurkan semua yang dia punya.
          Jadi cerita ini dimulai pada suatu pagi yang cerah, aku masih tidur dirumah seakan – akan kejadian kemarin tidak pernah terjadi, ayah dan ibuku pergi berangkat ke pasar setiap pagi. yah aku ingin pergi kerumah dimana aku membunuh KL tersayangku aku ingin melihat darah yang kemarin itu masih segar dan sekarang sudah beku , aku ingin melihat potongan –potongan badan keluarga gadis tercintaku .
          Tetapi belum sampai aku didepan rumahnya , aku sudah melihat banyak mobil polisi dan ambulan di depan rumahnya mungkin mereka sudah tahu tentang kejadian itu karena yapp sewaktu aku membunuh KL, aku membiarkannya berteriak dan mungkin saja waktu itu ada yang mendengarnya hanya saja dia takut untuk menelpon polisi dan mungkin saja baru sekarang dia menelponnya. Kulihat sekeliling rumah itu sedang ramai dikerumuni oleh warga setempat. Aku mendatangi rumah itu dan bertanya dengan salah satu warga yang sedang melihat rumah itu , dan ternyata itu adalah targetku selanjutnya yaitu AL , wah sungguh beruntung hidupku ini .

@ depan rumah KL
AS : “kenapa ini? kok rame betul, ini rumah KL bukan sih?”
AL : “iya ,, katanya KL dibunuh dirumahnya, dan badannya penuh dengan tusukan”
AS : “apa? Benarkah? Tidak mungkin” *pura – pura kaget*
AL : “ benarkan ,siapa orang brengsek yang mau membunuh temanku itu, jika aku tau siapa dia aku akan langsung melaporkannya ke polisi”
AS : “entahlah tapi kurasa orang itu sudah gila”
AL : “semoga saja orang itu berhasil ditangkap oleh para polisi”
tiba – tiba seorang yang kelihatan seperti polisi datang menghampiri kami.

AD : “ permisi dik ,, apa kalian mengenali korban yang tewas dirumah ini ?”
AL dan AS : “ iya dia  teman kami”
AD : “ apa kalian tau siapa saja yang dekat dengan dia?”
AL : “ maaf saya tidak tahu , karena KL itu anaknya suka berteman dengan siapa saja”
AD : “ yang seperti teman dekatnya lah kalau begitu”
AS : “ AL teman dekatnya,”
AD : “ kalau begitu bisa adik ikut saya”
AL : “ saya mau diapakan ?”
AD : “ saya hanya akan bertanya – tentang korban”
AL : “ baiklah saya akan ikut, AS aku pergi dulu ya”
AS : “ iya hati – hati”

          Setelah AL dibawa aku memutuskan untuk tidak terlibat yang lebih jauh lagi, karena aku belum mau ditangkap, tidak sebelum aku membunuh semua orang yang dekat dengan KL.
Jadi aku memutuskan untuk pulang kerumah.
          Esok harinya aku pergi ke sekolah dan kabar bahwa KL telah meninggal sudah menyebar. Wah rupanya karyaku sudah banyak dikenal oleh orang – orang, sebentar lagi aku akan menjadi orang terkenal yang dicari – cari oleh banyak orang.
          Aku ingin membunuh lagi , aku mencari AL targetku selanjutnya , tapi ternyata dia tidak masuk sekolah hari ini entah apa yang polisi itu kemarin katakan, kurasa aku harus menemuinya di rumah seperti aku sedang menjenguknya.
Hari ini juga aku menjenguknya. Membawakan sebuah bingkisan. Bingkisan yang sudah aku siapkan sedari tadi. Lalu aku segera melangkahkan kakiku ke dalam rumah AL. dan yang membukakan pintu itu ternyata aku melihat seorang wanita muda yang kurasa masih berusia 30-an dan ia menanyakan sesuatu ke aku.

@ depan rumah AL

AL’s MOM : “ maaf adik cari siapa ya?”
AS : “ oh .. permisi tante saya temennya AL, tadi AL tidak masuk sekolah jadi saya pikir dia sedang sakit dan hari ini saya datang untuk menjenguknya .”
AL’s MOM : “ oh dia bukan sedang sakit , hanya saja kemarin dia ditanya oleh seorang polisi yang menyuruhnya untuk tidak masuk kesekolah terlebih dahulu karena takut dia juga diincar oleh si pembunuh”
AS : “ wah benarkah ? berarti beberapa hari ini dia tidak akan masuk sekolah dong ?”
AL’s MOM : “iya seperti itulah . oh maafkan saya sungguh tidak sopan membiarkan adik berbincang dengan saya sambil berdiri , silahkan masuk dik”
AS : “ oh tidak apa – apa tante”

@ rumah AL
aku mulai menaiki anak tangga yang menuju ke kamar AL. setelah aku sampai di depan kamar AL. akupun mengeluarkan bingkisan yang aku bawa. Dan bisa kulihat bahwa AL menyukainya wah aku senang sekali . lalu aku menuju kebawah untuk menemui ibunya , kulihat dia ternyata sedang berada di dapur , dan kebetulan sekali didekatku ada sebuah pisau buah, perlahan kuambil pisau buah itu lalu aku tikamkan ke daerah dekat jantungnya. Akhirnya aku membuat karya lagi, aku buat beberapa sayatan di bagian lengannya dengan tulisan jepang yang berarti “balas dendam”, aku menulisnya dalam Bahasa jepang agar polisi sangat bingung menemukan tersangkanya. Akupun langsung kekamar AL, ternyata dia sedang tertidur, wajahnya lumayan cantik tetapi tetap cantik kekasihku KL. Akupun langsung menancapkan pisau ke jantungnya dan dalam waktu yang cepat, tubuhnya sudah tidak bergerak lagi. Akupun segera pergi meninggalkan rumah itu. Akhirnya pekerjaanku selesai juga, akupun sekarang bisa hidup dengan tenang.


AD POV


Tim polisi kami mengumpulkan bukti dirumah KL yang terbunuh secara tidak wajar bersama keluarganya yang bernasib tidak jauh sepertinya. Siapa sih yang melakukan semua ini? Apa modus dari semua kejadian ini?

^tunggu kelanjutannya di part 3 besok yaw , part terakhir itu, ckckck^