PSYCHO STORY
part 3 - mencari kebenaran
dari pada lama nunggu part 3 nya mending langsung ku share aja , soalnya mendekati ulangan ini jadi gak tau kapan bisa ngeshare lagi . okeh ini dia part 3 PSYCHO STORY made by MADA
AD POV
Tim kamipun mengumpulkan semua bukti berupa
obat bius dan pisau serta tas, kamipun mendapat sebuah sidik jari yang kami
teka mungkin adalah sidik jari dari tersangka. Tim kamipun segera mengumpulkan
bukti tersebut dan membawanya kepada detektif ME. Tetapi kasus baru datang lagi
kepada kami, kamipun segera menuju ketempat kejadian.
@AL’s house
Astaga, kami sangat
kaget, ternyata korban selanjutnya adalah teman dari KL yaitu AL, yang belum
lama ini kami interogasi, bagaimana ini bisa terjadi? Apakah tersangkanya
adalah orang yang sama? Ya ampun, kasus ini sangat membuat tim kami kebingungan.
Kamipun mengumpulkan bukti dan mendapatkan sidik jari yang sama persis dengan
yang kami temukan di rumah KL. Astaga, siapa orang ini? Akhirnya tim kami yang
kewalahan dengan kasus ini segera membawa kasus, bukti, dan mayat korban menuju
kepada detektif ME untuk segera ditindak lanjuti.
ME pov
ME : “Ya ampun, kasus baru untuk tim
detektif kami, kami sudah lama tidak mendapat kasus yang sulit seperti ini”. Aku
dan polisi AD memang sudah sejak lama berteman dan kamipun dapat bekerja sama
sampai sekarang, mungkin ia mengirimkan kasus ini padaku karena timnya
kesulitan. Baiklah mungkin aku dan timku dapat sedikit membantu menyelesaikan
kasusnya.
ME :“hai polisi AD, sudah lama tidak
bertemu, ada apa datang kemari? Apa anda perlu bantuan?
AD :“hai juga, tentu saja jika saya
datang kepada anda pasti saya memerlukan bantuan anda dalam memecahkan kasus
saya yang satu ini.”
ME :”baiklah saya dan tim saya akan
membantu memecahkan masalah ini, kau tau kan bahwa tim kami sangat
professional. Serahkan saja pada tim kami.
Tim kami pun melakukan penyelidikan,
kami mengotopsi jenazah korban, kami mendapatkan kandungan obat bius pada salah
satu korban. Yah, akhirnya pelan-pelan kasus ini mulai terpecahkan. Tim kami
hanya tinggal mencari orang yang memiliki sidik jari seperti yang kami temukan.
Kami pun mengirim data sidik jari tersebut kepada detektif bagian data Negara.
Mereka mendapatkan hasilnya setelah tim kami menunggu selama 3 hari, hasilnya
adalah seorang anak laki-laki yang berumur hampir sama dengan korban dengan
paras yang sangat tampan bagi anak seusianya. Tim kamipun menyelidiki ke
sekolah korban dan menyelidiki teman korban yang berjenis kelamin laki-laki.
Ternyata kami cukup sulit menemukannya, karena KL dan AL punya banyak teman,
mereka adalah anak-anak yang pandai bergaul. Teman-temannya bilang bahwa
belakangan ini sebelum KL meninggal, ia berteman dan sempat ditembak (menyatakan
cinta) oleh seorang anak laki-laki, tetapi sayang sekali, anak laki-laki itu
ditolak oleh KL. Oke, kami akan menyelidiki anak itu, ia berada dikelas sebelah
dari kelas KL. Kamipun segera membawanya ke kantor pusat detektif untuk
menanyakan sesuatu tentang KL. Ia sempat menyukai KL, mungkin saja selama ia
menyukai KL, ia mencari tahu informasi tentang KL. Aku tidak yakin anak sepolos
ia bisa melakukan kejahatan, makanya aku dan timku segera membawanya.
@kantor pusat detektif
ME :”apa kamu anak yang bernama AS?, apa kamu mengenal KL dengan
baik?”
AS :”ya tentu saja, aku mengenalnya
dengan baik, ia pernah memenuhi hatiku dengan kecantikannya tapi sayang sekali
hatinya sangat busuk. Aku muak dengannya.”
ME :”hey tenang-tenang, jangan terbawa
emosi dulu, mari kita selesaikan pertanyaan yang sudah kusiapkan dan ini akan
berakhir dengan cepat jika kita langsung ke inti pertemuan ini.”*ME bertanya
dengan penuh kecurigaan pada AS*
AS :”apa yang ingin kau ketahui
tentangnya? Bahkan ia sudah pergi dari hatiku. Aku bahkan tidak peduli padanya,
ia tidak pantas menjadi manusia didunia ini. Apa yang bisa diandalkan dari anak
orang kaya yang kerjaannya hanya mengolok orang rendah sepertiku.”
ME :”jawab saja yang jujur, apa kau
mengenal KL dengan baik? Apa kau pernah kerumahnya dan memasak bersama tidak
lama sebelum ia meninggal?”
AS :”apa kau menuduhku sebagai pembunuh
dari semua ini?”
ME :”Tidak, aku hanya curiga. Kenapa ada
sidik jarimu di pisau yang berada dirumahnya dan berada dirumah AL?”
AS :”BAIKLAH!!!! AKU MUAK DENGAN DUNIA
INI!!!! SEMUA ITU BENAR, AKU ADALAH PEMBUNUHNYA, AKU MUAK DENGAN SEMUA INI. KL
YANG MENYEBABKAN AKU MENJADI SEPERTI INI” *jawab AS dengan emosi yang memuncak*
ME :”kenapa kau melakukan ini semua
hanya karena sakit hati? Apa gunanya kau didunia ini? Apa tidak ada perempuan
lain selain dia yang menarik hatimu? Pedulikanlah orangtua mu, bukan hanya
dirimu sendiri, apa kau sudah gila?”
AS :”YA AKU MEMANG SUDAH GILA, PIKIRANKU
HANYA ADA PADANYA, IA SUDAH HILANG DAN BERARTI PIKIRANKU JUGA SUDAH HILANG. AKU
INGIN MATI SAJA BERSAMANYA.”
ME :”tim detektif kasus baru segera
masuk keruangan interogasi, tersangka sudah didapatkan.” ME berbicara lewat
telepon, ia menegaskan bahwa tersangka sudah ditemukan*
Tim
detektif beserta tim polisi AD pun sampai diruang interogasi dan membuat
laporan bahwa AS dinyatakan sebagai tersangka dari dua kasus yang berbeda.
AS pov
Hai,
namaku AS. Aku adalah seorang tahanan karena kasus pembunuhan yang kulakukan
pada wanita pujaanku beserta teman dan keluarganya, aku tenang sekarang, aku
sudah berada disini selama 7 tahun lamanya, besok adalah hari pelepasanku
dipenjara. Aku merencanakan sesuatu untuk diriku sendiri. Aku ingin bahagia
bersama orang yang masih kucintai. Jujur, ia tak pernah lepas dari pikiranku
sampai sekarang.
@AS’s house
Akhirnya
aku sampai juga dirumahku, bertemu dengan orang tuaku yang tampak sangat senang
bercampur sedih ketika melihatku, ya ampun, aku rindu sekali dengan mereka.
Tenanglah ayah dan ibuku, malam mini kalian tidak akan sedih lagi ketika
melihatku.
@malam hari
Aku
sudah menyiapkan semuanya untuk diriku sendiri. Peralatan yang kugunakan untuk
membuat diriku bahagia pun sudah ku siapkan. Aku segera membawa orang tua ku
menuju ke gudang. Aku menyuruh mereka duduk dikursi yang sudah kusediakan.
Mereka menurutinya tanpa protes dan tanpa bertanya. Ketika mereka duduk, aku
langsung menyuntikkan mereka obat bius dan mereka langsung pingsan. Selama
mereka pingsan, aku mengikat mereka dengan tali dikursi tersebut. Setelah 10
menit, mereka terbangun dengan tubuh yang terikat dikursi dan mulut yang
tersumbat kain.
AS :”maaf ayah, ibu, aku tidak bermaksud
melakukan ini pada kalian. Aku hanya ingin bahagia dengan caraku sendiri. Maaf
aku tidak pernah membahagiakan kalian dalam bidang belajar ataupun keahlianku.
Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih pada kalian karena sudah menjaga dan
merawat anak brengsek sepertiku yang hanya bisa menyusahkan kalian berdua
sebagai orangtua.”
Akupun
langsung melepaskan sumbatan kain dimulut mereka agar aku dapat mendengar
kata-kata terakhir mereka. Aku langsung mengambil pisau dan mengarahkan pada
tanganku dan kutorehkan ke tanganku. Orangtua ku menangis dan memohon agar aku
tidak melanjutkannya.
AS’s parent :”nak, berhenti. Kami tidak
menyesal mempunyai anak sepertimu. Kami akan menerimamu dikeluarga ini seperti
dahulu. Lupakan semua kesalahanmu dan mulai lah hidup baru dengan kami. Kami
mohon hanya itu yang kami minta sebagai orangtua. Jangan tinggalkan kami. Apa
salah kami sebagai orangtua? Apa kami kurang menjaga dan merawatmu? Jika kau
ingin bahagia dengan caramu, bawalah kami bersama mu juga. Kita dapat
berbahagia sebagai keluarga.”
AS :”aku tidak bisa, maaf aku harus
melakukan ini, maaf aku tidak menuruti kata kalian. Aku memang anak yang kurang
ajar. Aku mohon tinggalkan dan relakan aku untuk pergi.”
Akupun
memasang kembali sumbatan kain dimulut mereka. Aku langsung mencongkel mataku
dengan pisau yang aku pegang. Rasanya sangat sakit. Ternyata inikah yang
dirasakan KL saat aku membunuhnya, baiklah aku akan berbahagia dengannya, aku
harap KL dapat bahagia melihatku seperti sekarang. Tunggu aku sayangku, aku
akan segera menyusulmu keneraka seperti janjiku padamu. Aku akan menikahimu
disana, kita akan jadi pasangan sadis yang paling bahagia disana. Aku langsung
menorehkan pisauku di urat yang berada dileherku dan seketika itu juga
pandangan mataku yang masih utuh mulai kabur dan yang kudengar terakhir adalah
teriakan orangtuaku. Selamat tinggal ayah dan ibu. Dan sambutlah aku wahai kekasihku.
Pembuat dan pengarang
-
M_A_D_A ( Maria
ferreria , Athifah jamila , Dian novita , Annisa adela )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar